Dinamika Ketimpangan Ekonomi di Era Digital: Studi Kualitatif terhadap UMKM di Kota Lhokseumawe
Keywords:
Digital Literacy, Economic Inequality, MSMEs, Digital TransformationAbstract
Digitalisasi telah menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi modern, namun belum semua pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses dan memanfaatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana ketimpangan ekonomi terjadi di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Lhokseumawe dalam konteks transformasi digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen dari berbagai UMKM di wilayah kota. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan digital yang dialami UMKM mencakup tiga aspek utama: keterbatasan dalam mengakses infrastruktur teknologi, rendahnya tingkat literasi digital, serta minimnya dukungan kebijakan lokal yang inklusif. Di sisi lain, para pelaku UMKM di Lhokseumawe mengembangkan berbagai strategi adaptif, salah satunya dengan mengandalkan kekuatan jaringan sosial lokal untuk menopang bisnis mereka di tengah keterbatasan digital. Penelitian ini juga mengungkap bahwa ketimpangan digital turut memperlebar jurang ekonomi antarpelaku usaha dan menyebabkan eksklusi ekonomi bagi sebagian UMKM. Studi ini merekomendasikan perlunya pendekatan berbasis komunitas dan partisipatif dalam proses digitalisasi UMKM, serta menekankan pentingnya kebijakan daerah yang selaras dengan kondisi lokal. Secara akademik, penelitian ini memperluas pemahaman mengenai hubungan antara digitalisasi, ketimpangan ekonomi, dan dinamika sosial di tingkat mikroekonomi lokal.
